Jumat, 27 September 2019

The Cognitive theory of multimedia learning (CTML)/ Teori Kognitive Pembelajaran Multimedia

Teori Kognitif Pembelajaran Multimedia (Cognitive Theory of Multimedia Learning)
Masyarakat Indonesia sekarang tengah memasuki era dimana seluruh aspek kehidupan sosial, ekonomi, politik, budaya, dan pendidikan diwarnai oleh perkembangan teknologi informasi. Di bidang pendidikan, fokus pengajaran sekarang ini adalah bagaimana penyampaian pelajaran bisa berjalan efektif dengan menggunakan teknologi informasi. Media pendidikan sebagai produk dari teknologi semakin bervariasi mulai dari yang sederhana hingga yang canggih. Media cetak dan elektronik pun pada dasarnya memiliki potensi untuk menunjang kegiatan pendidikan dan pembelajaran. Perkembangan pesat teknologi informasi dapat menjadi tantangan yang memberi kesempatan bagi dunia pendidikan dan para pendidik khususnya agar dapat bekerja maksimal. Teknologi informasi dapat digunakan sebagai salah satu bagian dari teknologi pendidikan yang mendukung proses pembelajaran. Penggunaan teknologi informasi ini akan bermanfaat bagi anak didik karena teknologi informasi ini memperhatikan perbedaan karakteristik, minat dan bakat peserta didik. Keuntungan lain yang menyolok adalah bahwa teknologi informasi dapat mengatasi permasalahan ruang, waktu dan jarak dalam proses belajar. Berkaitan dengan teknologi informasi, komputer merupakan media penyampaian pembelajaran yang efektif. Pembelajaran melalui komputer merupakan suatu usaha yang sistematik dan terencana sehingga dapat mengatasi kelemahan-kelemahan pada pembelajaran kelompok. Langkah-langkah pembelajaran yang sistematik dapat membentuk siswa belajar dengan lebih efektif dan efisien. Multimedia mengandung unsur komputer. Multimedia memberikan kesempatan untuk belajar tidak hanya dari satu sumber belajar seperti guru, tetapi memberikan kesempatan kepada subjek mengembangkan kognitif dengan lebih baik, kreatif dan inovatif. Hal ini salah satunya karena informasi disajikan dalam dua atau lebih bentuk seperti dalam bentuk gambar dan kata-kata (Mayer dan Moreno, 1998). Berhubung informasi disajikan dalam berbagai bentuk, maka subjek dapat memadukan berbagai informasi dari tampilan lisan dan tulisan. Jadi subjek dapat memadukan informasi verbal yang disajikan secara visual dan informasi verbal yang disajikan secara audio.

Pada teori kognitif pembelajaran multimedia (The Cognitive Theory of Multimedia Learning) terdapat beberapa prinsip yang bisa dijadikan pedoman oleh para perancang multimedia dan e-learning saat membuat pembelajaran atau presentasi yang informasinya terdiri dari teks, grafik (gambar), video dan audio untuk mengoptimalisasikan pembelajaran. Tiap-tiap prinsip telah dilakukan penelitian (research) dengan menggunakan berbagai macam kondisi pembelejaran multimedia untuk menentukan hasil mana yang terbaik untuk pembelajaran para siswa. (Clark & Mayer, 2011).

Multimedia Principle
Multimedia principle merupakan teori yang dipelajari secara mendalam oleh Richard Mayer. Mayer mengatakan bahwasanya prinsip ini menyatakan, gabungan kata-kata (words) dan gambar lebih kondusif digunakan untuk pembelajaran, jika dibandingkan dengan yang terdiri atas teks ataupun gambar saja. Hasil studi menunjukkan bahwa peserta didik tidak terlibat lebih mendalam dalam pembelajaran ketika pembelajaran tersebut hanya terdiri atas teks saja, hal itu tidak akan menghubungkan antara apa yang mereka baca pada teks dengan pengetahuan baru ataupun yang sudah ada sebelumnya.
Hasil studi juga menunjukkan bahwasanya terdapat dua saluran (channel) yang digunakan untuk melakukan pemrosesan terhadap informasi, yaitu auditori dan visual. Saluran auditori melakukan pemrosesan terhadap suara yang kita dengar, dan saluran visual melakukan pemrosesan terhadap apapun yang kita lihat. Dengan mengkombinasikan kedua proses ini, hasil studi menunjukkan bahwasanya para peserta didik bisa melakukan pembelajaran dengan lebih mendalam dan hasilnya tersimpan dalam memori para peserta didik dengan waktu yang lebih lama. Hasil studi tersebut juga menunjukkan, visual ataupun teks yang sangat banyak bisa membebani peserta didik. Jadi antar visual dan teks harus diseimbangkan dan saling berhubungan antara satu dengan yang lain, sehingga tidak membingungkan proses pembelajaran para peserta didik.
Grafik (graphic) bisa berupa gambar statis, animasi ataupun video. Adapun tipe-tipe grafik, antara lain:
  • Decorative graphics, grafik jenis ini digunakan hanya untuk dekorasi saja, tidak meningkatkan kualitas dari pesan yang ingin disampaikan pada pembelajaran dan terkadang membingungkan peserta didik.
  • Representational graphics, gambaran yang berupa foto yang di dalamnya terdapat caption (teks) yang menjelaskan tentang foto tersebut. Contohnya pada gambar di bawah, merupakan foto gunung Everest yang dilengkapi dengan tempat-tempat untuk berkemah.
https://sites.google.com/site/cognitivetheorymmlearning/_/rsrc/1317734267911/multimedia-principle/everse.tiff
  • Relational graphic, menggambarkan adanya hubungan yang bersifat kuantitatif antara dua atau lebih variabel.
https://sites.google.com/site/cognitivetheorymmlearning/_/rsrc/1317735342384/multimedia-principle/k.tiff
  • Organizational graphics, menggambarkan adanya hubungan antar masing-masing elemen.
  • Transformational graphics, menggambarkan adanya perubahan ruang dan waktu. Contohnya adalah gambaran metamorfosis di bawah ini.
https://sites.google.com/site/cognitivetheorymmlearning/_/rsrc/1317734661109/multimedia-principle/butt.tiff
  • Interpretive graphics, visual yang menampilkan objek-objeknya secara nyata dan konkrit. Contohnya adalah gambaran siklus air di bawah ini.
https://sites.google.com/site/cognitivetheorymmlearning/_/rsrc/1317734462711/multimedia-principle/rain.tiff
Telah banyak studi yang dilakukan dan membuktikan bahwasanya teori ini valid dan terus berkembang saat ini. Selama lebih dari satu dekade, Mayer telah meneliti bagaimana peserta didik melakukan proses pembelajaran dan mencari cara terbaik untuk menstimulus kedua saluran tersebut, auditori dan visual. Dia melakukan sebelas penelitian untuk membandingkan peserta didik yang mana yang melakukan proses pembelajaran dengan baik, dibandingkan antara yang menggunakan animasi dan narasi atau yang menggunakan teks dan ilustrasi dengan yang menggunakan teks saja. Seluruh penelitiannya menyatakan para peserta didik yang belajar dengan grafik dan teks bisa menjawab pertanyaan mengenai proses lebih baik dibandingkan dengan yang hanya belajar dengan teks saja.
Contiguity Principle
Secara sederhana prinsip ini diartikan sebagai, “mendekatkan (align) teks dengan grafik yang sesuai” (Clark & Mayer, 2011). Hal ini berarti, subjek utama secara fisik tidak boleh terpisah dari teksnya. Prinsip contiguity ini secara tidak langsung menyatakan, bahwa tidak hanya teks yang perlu disesuaikan, tetapi juga audio harus disesuaikan dengan grafik yang terkait. Satu contoh adalah ketika pada sebuah grafik terdapat diagram, maka teks secara fisik harus diletakkan di dekat bagian-bagian dari diagram.
https://sites.google.com/site/cognitivetheorymmlearning/_/rsrc/1316030968651/contiguity-principle/brain_in_profile.png?height=181&width=400
Gambar di atas telah menggunakan prinsip contiguity, karena label-label yang menyatakan bagian-bagian dari otak secara fisik diletakkan dekat dengan bagian otak yang dijelaskan oleh label-label tersebut.
https://sites.google.com/site/cognitivetheorymmlearning/_/rsrc/1316030812442/contiguity-principle/brain2.png?height=252&width=400
Pada gambar di atas, prinsip contiguity telah diabaikan karena label-label yang menjelaskan bagian-bagian dari otak diletakkan terpisah dari gambar otak.
Prinsip ini mungkin tampak sederhana dan intuitif, akan tetapi terdapat beberapa “pelanggaran” yang mungkin dilakukan terhadap prinsip ini. Clark & Mayer (2011) memberikan beberapa contoh pelanggaran tersebut di bawah ini [di sini kami tidak menuliskan semua contohnya, ed]:
  • Terpisahnya teks dan grafik karena harus di-scroll dari satu laman ke laman lainnya pada layar komputer (biasanya ditemukan pada halaman web instruksional).
  • Terpisahnya kuis dengan feedback-nya. Terkadang feedback disediakan pada laman yang terpisah dari pertanyaan kuisnya, hal ini membuat para peserta didik kesulitan untuk mencari keterkaitan atau hubungan antara feedback dengan pertanyaannya.
  • Penyajian arahan saat mengerjakan ujian (seperti klik di sini, kemudian klik di sini) yang terpisah dari ujian itu sendiri. Hal ini mendorong peserta didik untuk berpikir sedikit keras agar terbiasa menjalankan arahan yang diberikan pada layar (screen) yang terpisah dan ini adalah pelanggaran terhadap prinsip contiguity.
  • Secara simultan menampilkan teks dan animasi yang berkaitan. Hal ini mendorong peserta didik untuk membaca ulang teks, kemudian melihat grafik, kemudian melihat teks lagi, begitu seterusnya.
  • dll
Berbagai macam studi telah dilakukan untuk mendukung prinsip contiguity ini. Moreno dan Mayer (1999) menemukan bahwasanya para peserta didik bisa melakukan pembelajaran dengan baik ketika teks dan animasi ditempatkan saling dekat antara satu dengan yang lain dibandingkan dengan yang berjarak jauh antara satu dengan yang lain. Mereka juga melaporkan pada hasil publikasi yang sama, narasi diberikan secara simultan dengan animasi untuk para peserta didik dan secara temporal dipisahkan dengan animasi. Peserta didik dengan kondisi narasi dan animasi ditampilkan secara simultan melakukan pembelajaran dengan lebih baik jika dibandingkan dengan kondisi dimana narasi dan animasi dipisahkan antar satu dengan yang lain.
Modality Principle
Secara umum, prinsip modality adalah lebih banyak menampilkan narasi (perkataan) lebih baik daripada teks yang ditampilkan pada layar (on-screen text) (Clark dan Mayer, 2011). Peserta didik akan melakukan pembelajaran dengan lebih baik ketika informasi baru yang ada dijelaskan menggunakan narasi audio, terlebih jika grafik yang ditampilkan sangat kompleks, kata-kata yang dinarasikan terdengar familiar, dan pembelajaran berjalan dengan cepat. Sangat penting untuk dicatat bahwasanya prinsip modality akan semakin terasa manfaatnya ketika materi pembelajaran begitu kompleks bagi peserta didik (Tindall-Ford, Chandler & Sweller, 1977).
Menurut pandangan ilmu psikologi, tugas peserta didik dalam proses pembelajaran adalah menerima informasi. Banyak peserta didik lebih mudah menerima informasi lewat narasi audio jika dibandingkan dengan on-screen text, terlebih jika narasi dan gambar ditampilkan secara bersamaan dengan tepat, dengan perkataan yang familiar dan grafik yang kompleks. Jika menggunakan on-screen text peserta didik bisa terbebani dengan banyaknya visual dan gambar pada layar dan di saat yang sama mereka harus memproses grafik dan teks yang ada.
Moreno & Mayer (1999) melakukan penelitian dengan memisahkan dua kelompok peserta didik dengan dua metode pembelajaran yang berbeda dengan topik terjadinya kilat. Kelompok pertama diberikan animasi yang menggambarkan tahapan terbentuknya kilat, pada animasi tsb juga dilengkapi dengan narasi audio penjelasan terbentuknya kilat yang ditampilkan secara bersamaan. Pada kelompok kedua, mereka diberikan animasi yang dilengkapi dengan on-screen text yang juga ditampilkan secara bersamaan. Kelompok yang pertama, yang animasinya dilengkapi dengan narasi audio ternyata bisa menjelaskan dengan lebih signifikan dibandinng dengan kelompok yang kedua.
Prinsip Modality sepertinya tidak bisa diimplementasikan pada situasi dimana ternyata penjelasannya panjang dan kompleks, kemudian terdapat simbol-simbol ataupun istilah teknis ataupun penjelasannya tidak menggunakan bahasa asli peserta didik, ataupun materi yang disampaikan dengan kecepatan yang kecil, dll.
Redudancy Principle
Pada skenario pembelajaran multimedia, kita banyak melihat adanya teks dan audio yang dijalankan secara simultan. Prinsip redudansi menyatakan bahwasanya para peserta didik bisa melakukan pembelajaran dengan lebih baik jika hanya ada animasi dan narasi. Informasi teks yang ditampilkan secara visual menjadi materi yang redundan. Mengeliminasi materi-materi yang bersifat redundan, menghilangkan narasi dan teks yang bersifat identik merupakan cara yang tepat agar peserta didik bisa melakukan pembelajaran dengan baik. Alasannya adalah orang-orang tidak bisa fokus jika mendengar dan melihat pesan verbal secara bersamaan selama presentasi pembelajaran (Hoffman, 2006).
Coherence Principle
Salah satu kesalahan yang umum dilakukan ketika pengembang e-learning merancang proyek atau course adalah menggunakan latarbelakang musik, konten dan grafik on-screen yang tidak relevan, yang tidak ada kaitannya sama sekali. Menurut Clark dan Mayer (2011) dalam buku: “E-learning and the Science of Instruction”, prinsip coherence dinyatakan sebagai: semua informasi yang tidak dibutuhkan dalam penyampaian multimedia harus dieliminir seperti suara, gambar, kata-kata karena bisa mengganggu peserta didik. Menambahkan materi yang menarik namun tidak relevan dengan e-learning bisa membingungkan para pengguna.
Personalization Principle
Prinsip ini menggunakan gaya yang bersifat konversasional (percakapan) dan virtual coaches (Clark & Mayer, 2011). Prinsip ini melibatkan peserta didik dengan cara menyajikan konten dengan nada percakapan dalam rangka untuk meningkatkan pembelajaran. Clark dan Mayer (2011) juga menemukan bahwasanya penggunakan agen pedagogikal bisa membantu peserta didik untuk fokus pada pembelajaran yang diberikan.
https://sites.google.com/site/cognitivetheorymmlearning/_/rsrc/1318883173763/personalization-principle/figure%201.jpg?height=271&width=400
Kita harus menggunakan percakapan bukan tulisan formal dalam pembelajaran sehingga peserta didik bisa berinteraksi dengan komputer seperti halnya interaksi antara manusia dengan manusia (human-to-human conversations). Karakter tersebut bisa bertindak sebagai partner untuk berdialog dengan mereka.
Segmenting Principle
Segmentasi merupakan prinsip yang sangat sederhana, dimana kita hanya membagi segmen yang lebih luas menjadi segmen-segmen yang lebih kecil. Cara yang umum digunakan pada materi yang disegmentasi ini adalah dengan cara memainkan tombol “Continue” pada masing-masing frame pada setiap slide. Hal ini bisa bermanfaat untuk, pertama: bisa membantu peserta didik untuk berpindah dari satu slide ke slide lainnya sesuai dengan seleranya masing-masing dan kedua mereka bisa mencerna informasi yang ada sesuai dengan kecepatan (berpindah dari satu slide ke slide lainnya) untuk bekerja dengan lebih baik. Menurut Clark dan Mayer (2011), rasional dari menggunakan segmentasi adalah bisa memberikan manfaat kepada peserta didik untuk mencerna informasi tanpa harus meng-overload sistem kognitif.
Pre-training Principle
Secara umum, prinsip pre-training bermakna pengguna mengetahui nama dan karakteristik dari konsep kunci (key concept) sebelum mereka mempelajari sesuatu. Prinsip ini relevan dengan situasi ketika pengguna mencoba memproses materi esensial dalam pembelajaran namun mereka kewalahan, karena mungkin materi yang begitu kompleks.
Pre-training bisa membantu pengguna, khususnya bagi para pemula, dalam hal mengurangi waktu untuk mempelajari beberapa pengetahuan dan membantu mereka untuk mengelola beberapa materi yang bersifat kompleks. Key concept diidentifikasi, kemudian dijelaskan di bagian awal pembelajaran. Pre-training bisa mempermudah pemula untuk memahami konsep dan keahlian tertentu.
Contohnya adalah ketika mengilustrasikan bagaimana menggunakan mikroskop di bawah ini:
https://sites.google.com/site/cognitivetheorymmlearning/_/rsrc/1317589796129/pre-training-principle/microscope1.tiff
Place the Slide on the Microscope
  • Stage Clips are not necessary
  • Click Nosepiece to the lowest (shortest) setting – Scanning Objective
  • Look into the Eyepiece
  • Use the Coarse Focus
  • Once the slide is focused, rotate the nosepiece to the low power objective (medium sized)
  • Refocus using the coarse (large) knob
Move slide to get a centered view
Maka bagian pre-training-nya adalah memberikan penjelasan bagian-bagian mikroskop agar mereka bisa memahami bagaimana menggunakannya.
https://sites.google.com/site/cognitivetheorymmlearning/_/rsrc/1317589874731/pre-training-principle/microscope.tiff
Diringkas dari:

Jumat, 06 September 2019

ICT AND TEACHING - LEARNING PROCESS: INNOVATION OR PARADIGM CHANGE (TIK DAN PENGAJARAN - PROSES PEMBELAJARAN: PERUBAHAN INOVASI ATAU PARADIGMA)

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Seperti yang kita ketahui belakangan ini, banyak sekali asumsi bahwa teknologi informasi dan komunikasi sudah di salahgunakan sebagian masyarakat, terutama dalam bidang pendidikan, tak sedikit orang tua yang takut bahwa anak-anaknya akan melakukan hal tersebut. Disini akan kita bahas mengenai perubahan paradigma pendidikan dengan adanya teknologi informasi dan komunikasi.
Oleh karena itu kita akan membahas hal tersebut agar semua kalangan masyarakat mengetahui tentang apa pengertian teknologi informasi dan komunikasi, selanjutnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dalam dunia pendidikan, hubungan teknologi informasi dan komunikasi, perananan teknologi informasi dan komunikasi dalam bidang pendidikan, dan dampak positif dan negatif teknologi informasi dan komunikasi dalam bidang pendidikan.
B.     Rumusan Masalah
1.    Apa pengertian teknologi informasi dan komunikasi?
2.    Bagaimana perkembangan TIK dalam dunia pendidikan
3.    Bagaimana hubungan TIK dengan peningkatan kualitas pendidikan?
4.    Bagaimana peranan TIK dalam bidang pendidikan?
5.    Apa dampak positif dan negatif TIK dalam bidang pendidikan?
C.    Tujuan
1.    Untuk mengetahui apa pengertian TIK.
2.    Untuk mengetahui bagaimana perkembangan TIK dalam dunia pendidikan.
3.    Untuk mengetahui bagaimana hubungan TIK dengan peningkatan kualitas pendidikan.
4.    Untuk mengetahui bagaimana peranan TIK dalambidang pendidikan.
5.    Untuk mengetahui apa dampak positif negatif TIK dalam bidang pendidikan.
BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Teknologi Informasi Dan Komunikasi
Teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan.
Teknologi ini menggunakan seperangkat komputer untuk mengolah data. system jaringan untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer yang lainnya sesuai dengan kebutuhan, dan teknologi telekomunikasi digunakan agar data dapat disebar dan diakses secara global.
Arti teknologi informasi bagi dunia pendidikan seharusnya berarti tersedianya saluran atau sarana yang dapat dipakai untuk menyiarkan program pendidikan.Pemanfaatan teknologi informasi dalam bidang pendidikan sudah merupakan kelaziman.Membantu menyediakan komputer dan jaringan yang menghubungkan rumah murid dengan ruang kelas, guru, dan administrator sekolah.Semuanya dihubungkan ke Internet, dan para guru dilatih menggunakan komputer pribadi.
Teknologi informasi dan komunikasi mencakup dua aspek, yaitu teknologiinformasi dan teknologi komunikasi. Teknologi informasi, mencakup segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi.
Sedangkan, teknologi komunikasi mencakup segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Maka, teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah suatu kesatuan yang tidak terpisahkan yang mengandung pengertian luas tentang segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan dan transfer/pemindahan informasi antar media.
Sedangkan, arti TIK bagi dunia pendidikan itu sendiri berarti tersedianya saluran atau sarana yang dapat dipakai untuk menyiarkan program pendidikan.
B.     Perkembangan Tik Dalam Dunia Pendidikan
Teknologi informasi ( Information Tecnology ) yang mulai populer diakhir tahun 70 an, dihantarkan untuk menjawab tantangan. Pada masasebelumnya,  istilah teknologi komputer atau pengolahan data elektronis atau EDP ( Electronic Data Processing ). Menurut kamus (Oxford 1995). Teknologi informasi adalah stadi atau penggunaan peralatan elektronika,  terutama komputer untuk menyimpan, menganalisis, danmendistribusikan informasi apasaja, termasuk kata, bilangan, dan gambar.
Menurut Alter ( 1992 ), dalam Deni Darmawan, 2010 : 16 ) teknologi informasi mencakup perangkat keras dan perangkat lunak untuk melaksanakan satu atau sejumlah tugas pemrosesan data seperti menangkap mentrasmisikan, menyimpan, mengambil, memanipulasi, atau menampilkan data.
Penguasaan teknologi informasi dan komunikasi baik secara individu maupun secara institusi sangat diperlukan, hal ini akan mampu mengubah budaya dan kemampuan melakukan inovasi secara lebih baik dan adaptif.
Skill seseorang dalam melakukan analisis kebutuhan dan perubahan sistem cara kerja bahkan aturan yang menyangkut perkembangan TIK sangat dibutuhkan juga. Terlebih dalam dunia pendidikan kemampuan seorang pendidik dalam menguasai TIK sangat pentring dan jika mereka mampu menguasainya maka inovasi dalam menemukan stategi mencerdaskananak bangsa iniakan lebih cepat.
Teknologi informasi saat ini telah berkembang sangat pesat, baiksektor swasta, kantor pemerinta, BUMN, dan sekolah-sekolah dikota atau daerah banyak yang memiliki jaringan internet. Dalam dunia pendidikan khususnya berkenaan dengan inovasi untuk memudakhan akses, kebutuhan data, pengambilan kebijakan dalam pendidikan nasional telah dikembangkan jaringan pendidikan nasional (jardiknas).
Jardiknas merupakan salahatu perkembangan inovaasi pembelajaran yang sangat bermanfaat bagi perkembangan pemdidikan. Internet/ TIK telah banyak di dengungkan melalui iklan untuk digunakan sebagai media dalam pembelajaran, dimana pada prinsipnya TIK sangat murah jika hal itu sudah diyakini dan dirasakan nmanfaatnya, dimana manusia akan mampu mengatasi tantangan dan kebutuhan serta penyelesaian masalah dengan mudah.
Mereka tampak sangat antusias, hal halitu terlihat dari pesan yang disampaikan dari orang ke orang melalui internet yang masuk kesekolah. Keingin tahuan mereka sangat besar dalam mengunakan internetdenganbiaya murahmereka bisa menjelajah dunia dalam bentuk website yang tersediamelalui akses internet tanpaharuspunya paspor dan visa untuk berkenalan dengan tokoh internasioal.
Sekolah saat ini sedang berlomba-lomba memasang jaringan internet melalui jardiknas, internet service provider (ISP), ataupun penyelenggara jaringan internet lainya.Hal tersebut membuktikan bahwa internet sekarang sudah menjadi kebutuhan yang penting dalam pembelajaran.
Sekolah yang telah memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam kegiatan proses belajar mengajar akan sangat berbeda dengan sekolah yang belum memanfaatkannya.
Karena pentingnya fasilitas teknologi internet dalam daunia pendidikan di dsekolah, maka para kepala sekolah, baik di kota – kota besar atau di daerah berupaya untuk melengkapi sekolahnya dengan fasilitas internet yang peerkembangannya sangat pesat dalam 2 tahun terakhir.
teknologi  yang begitu cepat menuntut pengguna teknologi harus mengikuti perkembangan nya agar dikatakan ketinggalan informasi khususnya didunia pendidikan. Sehingga pendidik harus meningkatkan Perkembangan kemampuannya untuk meningkatkan kwalitas sumber daya dalam memahami,  menggunakan dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi
Seorang pengamat pendidikan memaparkan bahwa problem pendidikan kita adalah akses atau ketersediaan pendidikan bagi rakyat yang masih sangat rendah ( Wibowo 2006)  dalam ( Parjono Adjha ).
Pentingnya internet dalam dunia pendidikan, maka yang harus dikembangkan dan dipertahankan adalah biaya yang murah untuk mengakses informasi. Menurut ( Deni Darmawan 2012: 405 ) justru dengan murahnya akses informasi maka seyogyanya pemerintah mampu mmelindungi, menjamin dan mendukung bagaimana praktisi dan teknologi serta masyarakat pada umumnya untuk lebih mampu memanfaatkan dan merasakan dampak positif dalam memajukan kehidupannya.
Untuk itu seiring dengan perkembangan jaman, bangsan Indonesia dewasa ini diantaranya telah melakukan pembenahan secara legislatif dalam menangani Teknologi Informasi dan komunikasi ini, yaitu melalui Departemen Komunikasi dan Informatika, Direktorat Jendral Aplikasi Telematika dan Lembaga Informasi Nasional ( LIN ) pascareformasi.
Melalui program dan rencana strategis dari lembaga – lembaga pemerintah tersebut serta diselaraskan dengan fungsi dan perannya secara profesional diharapka dapat menjamin upaya bangsa ini untuk mampu melakukan percepatan pembangunan dibidang  Teknologi Informasi dan Telekomunikasi.
C.    Hubungan Tik Dengan Peningkatan Kualitas Pendidikan
Penggunaan alat-alat pembelajaran yang modern dalam pendidikan  mempengaruhi proses belajar-mengajar itu sendiri. Dengan menggunakan alat pembelajaran yang modern, anak didik akan termotivasi belajar dengan lebih aktif. Aktifitas belajar anak didik akan lebih tinggi intensitansnya dibandingkan metode belajar mengajar yang hanya menggunakan kapur dan papan tulis saja. Saat ini teknologi tradisional telah semakin terdesak oleh adanya teknologi modern.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga telah menimbulkan perubahan dalam nilai-nilai, baik nilai sosial, budaya, spiritual, intelektual, maupun material.
Perkembangan IPTEKS juga menimbulkan kebutuhan baru, aspirasi baru, sikap hidup baru, dimana hal ini menuntut perubahan pada sistem dan isi kurikulum / Pendidikan ( Sukmadinata,1988:110). Dalam siklus IPTEKS, manusia itu perlu disempurnakan dengan pendidikan tanpa pendidikan manusia unggul yang terampil dan berbudaya dan berfalsafah tidak mungkin dapat dihasilkan ( Gaffar, 1987:32).
Selain yang tergambar diatas, maka Visi mata pelajaran Teknologi Informasi dan komunikasi (TIK) yaitu agar siswa dapat menggunakan perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi secara tepat dan optimal untuk mendapatkan dan memproses informasi dalam kegiatan belajar, bekerja, dan aktifitas lainya sehingga siswa mampu berkreasi, mengembangkan sikap inisiatif, mengembangkan kemampuan eksplorasi mandiri, dan mudah beradaptasi dengan perkembangan yang baru.
Pada hakekatnya , Kurikulum Teknologi Informasi dan komunikasi menyiapkan siswa agar dapat terlibat pada perubahan dan perubahan dalam variasi penggunaan teknologi. Siswa menggunakan TIK untuk mencari, mengeksplorasi, menganalisis, dan saling tukar informasi secara kreatif namun bertanggung jawab.
Dalam hal ini dapat diberikan contoh yang sangat kongrit dari pada penggunaan TIK dalam proses pembelajaran di kelas misalnya Strategi pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan materi dan kondisi siswa dapat meningkatkan partisipasi dari semua peserta didik dan kelompok dalam satu kelas yang antara lain meliputi :
1.         Pemanfaatan studi kasus dari berbagai sumber informasi
2.         Dorongan dari guru agar siswa menjadi pembelajar yang otodidiak
3.         Dorongan agar siswa mau berpikir kritis mengenai isu-isu dalam teknologi informasi
4.          Fasilitas belajar secara efectif melalui praktek langsung, refleksi, dan diskusi
5.         Peningkatan kemampuan kerjasama termasuk aktifitas yang melibatkan siswa untuk bekerja sama dalam kelompok kecil atau dalam tim
6.         Penumbuhan sikap menghargai usaha siswa untuk memicu kreativitas mereka
7.             Pemanfaatan sumber-sumber yang merefleksikan minat dan pengalaman siswa
8.             Pemberian akses pada semua siswa untuk menggunakanberbagai sumber belajar dan
Penguasaan berbagai alat bantu belajar
9.             Penyajian/presentasi hasil karya siswa di majalah didinding atu atara khusus pameran misalnya pada saat rapot atau acara lainya
10.         Penyajian / presentasi hasil karya siswa di web klub teknologi Informasi dan Komunikasi
11.         Penyajian / presentasi publikasi hasil karya siswa pada sekolah, atau brosur khusus TIKDan berbagai multi fungsi lainya dalam penggunaan TIK untuk meningkatkan kualitas pendidikan kita ditanahair.
D.    Peranan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Dalam Bidang Pendidikan
Teknologi komunikasi merupakan suatu hasil pemikiran dan hasil karya manusia yang diaplikasikan untuk menghubungkan proses komunikasi antarmanusia. Melihat pengertian tersebut banyak sekali teknologi komunikasi yang berkembang dimasyarakat, salah satunya adalah teknologi komunikasi pendidikan.
Komunikasi sebagai media pendidikan dilakukan dengan menggunakan media-media komunikasi seperti telepon, komputer, internet,
e-mail, dan sebagainya. Interaksi antara guru dan siswa tidak hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka tetapi juga dilakukan dengan menggunakan media-media tersebut.
Melalui teknologi komunikasi, dalam situasi tertentu guru dapat memberikan pelayanan mengajar tanpa harus berhadapan langsung dengan siswa karma dapat menggunakan media pembelajaran dalam teknologi komunikasi. Melalui teknologi komunikasi juga, siswa dapat memperoleh informasi dalam lingkup yang luas dari berbagai sumber melalui cyber space atau ruang maya dengan menggunakan komputer atau internet, bahkan pembelajaran dapat dilakukan melalui cyber teaching atau pengajaran maya.
Dengan penggunaan media elektronik dalam pemebelajaran maka dikenaldengan pembelajaran elektronik (e-learning). Dalam berbagai literatur e-learning tidak terlepas dari jaringan Internet, karena media ini yang dijadikan sarana untuk penyajian ide dan gagasan pembelajaran. Hal ini menunjukan bahwa teknologi komunikasi berperan dalam teknologi pembelajaran untuk meningkatkan mutu pendidikan.
Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi mendorong setiap lapisan masyarakat dituntut untuk dapat menggunakan teknologi tersebut dengan maksimal. Tidak hanya untuk elemen masyarakat secara luas, di dalam dunia pendidikan TIK memnpunyai peranan penting, seperti adanya televisi dan radio yang bersifat edukatif.
Tetapi hal tersebut mempunyai sifat komunikasi yang linear, tidak interaktif sehingga diperlukan teknologi lain yang dapat menunjang pendidikan masyarakat seperti halnya dengan teknologi komputer. Komputer sebagai media yang sangat diperlukan oleh masyarakat karena dengan berkembangnya teknologi ini maka proses informasi pun akan semakin berkembang pula dan masyarakat sangatlah memerlukan hal tersebut.Masyarakat mulai dari usia sekolah dasar dibekali pendidikan tentang penggunaan komputer.
Inilah yang membuat TIK mempunyai peranan penting dalam kemajuan pendidikan di Indonesia, adanya peningkatan kebutuhan berbagi informasi dan pengetahuan dengan memanfaatkan TIK menjadi menjadi salah satu alasan mengapa hal seperti perpustakaan online sangatlah diperlukan untuk membantu pendidikan di Indonesia ini.
TIK menjadi salah satu media perubahan dalam proses pembelajaran atau pendidikan. Dahulu proses belajar biasanya hanya dilakukan di dalam sebuah ruang kelas dimana terdapat siswa dan guru, tetapi sekarang ruang kelas tidak hanya dibatasi oleh dinding dan papan tulis saja.
Kegiatan belajar pun sekarang dapat dilakukan dengan lebih interaktif dan bersifat dua arah. Proses belajar yang cenderung pasif saat ini sudah mulai ditinggalkan oleh para siswa dan guru. Dengan hadirnya internet para siswa dituntut untuk belajar mandiri dalam penyerapan informasi. Informasi tidak hanya didapat dari pendidik tetapi juga dari media komputer, sehingga dapat mendorong peningkatan efisiensi pengelolaan kegiatan belajar mengajar guna mencapai tujuan pendidkan yang telah dicanangkan sejak awal berdirinya Negara indonesia
E.     Dampak Positif Dan Negatif Tik Dalam Bidang    Pendidikan
Berikut ini dampak dari adanya perkembangan TIK yang terjadi diera modern sekarang ini dalam dunia pendidikan:
1.    Dampak Positif 
a.         Siswa akan lebih mudah untuk mengakses dan mendapatkan informasi yang ada kaitanya dalam dunia pendidikan sehingga dengan hal tersebut akan membuat seorang siswa menjadi lebih kaya akan informasi dan memanfatkan waktunya seefisien mungkin.
b.         Inovasi dalam pembelajaran semakin berkembang dengan adanya inovasi e-learning yang semakin memudahkan proses pendidikan. Seorang guru juga akan lebih mudah dalam berinovasi untuk menentukan model belajar yang sesuai dengan para siswanya melalui TIK.
c.         Kemajuan TIK juga akan memungkinkan berkembangnya kelas virtual atau kelas yang berbasis teleconference yang tidak mengharuskan sang pendidik dan peserta didik berada dalam satu ruangan.
d.        Sistem administrasi pada sebuah lembaga pendidikan akan semakin mudah dan lancar karena adanya penerapan system TIK pada setiap komponen seperti : Akses ke perpustakaan, Akses ke pakar,  Melaksanakan kegiatan kuliah secara online, Menyediakan layanan informasi akademik suatu institusi pendidikan, Menyediakan fasilitas mesin pencari data, Meyediakan fasilitas diskusi, Menyediakan fasilitas direktori alumni dan sekolah, Menyediakan fasilitas kerjasama,dan lain – lain.
2.    Dampak Negatif
a.         Kemajuan TIK juga akan semakin mempermudahterjadinya pelanggaran terhadap Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) karena semakin mudahnya mengakses data menyebabkan orang yang bersifat plagiatis akan melakukan kecurangan.
b.         Walaupun sistem administrasi suatu lembaga pendidikan bagaikan sebuah system tanpa celah, akan tetapi jika terjadi suatu kecerobohan dalam menjalankan sistem tersebut akan berakibat fatal.
c.         Salah satu dampak negatif televisi adalah melatih anak untuk berpikir pendek dan bertahan berkonsentrasi dalam waktu yang singkat (short span of attention).
Adanya akses teknologi internet untuk Tenaga Pendidik maupun peserta Didik, baik di dalam kelas, sekolah maupun lembaga pendidikan guru. Adanya materi yang bermutu bagi Tenaga Pendidikan dan Pelajar Tenaga Pendidik harus produktif terhadap pengembangan TIK Untuk menghindari pemanfaatan teknologi yang kurang bermanfaat apalagi dalam hal negative oleh peserta didik, karena pembelajaran TIK antar peserta didik dengan cepat, maka mengarahkan pemanfaatan TIK dalam pembelajaran menjadi sangat penting sehingga peserta didik disibukkan dengan eksplorasi subjek positif dalam penggunaan TIK.
Bentuk nyatanya dapat berupa penugasan pencarian artikel, sumber bacaan atau pengirinan tugas (PR) lewat email. Selain itu juga harus`tercipta kemudahan akses internet dilngkungan yang terkontrol seperti di sekolah atau rumah yang melebihi kemudahan akses`di tempat umum seperti warnet, agar aktivitas online peserta didik lebih terkontrol. Beberapa pemanfaatan TIK dalam pembelajaran diantaranya Presentasi, Demonstrasi, Kelas Virtual. Adapun berbagai bentuk peranan TIK dalam bidang pendidikan adalah berbagai hasil penelitian, konsultasi dengan pakar, perpustakaan online,diskusi online dan kelas online.
Keuntungan dan kerugian penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. Kemajuan yang telah dicapai manusia dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK) merupakan sesuatu yang patut kita syukuri, karena dengan kemajuan tersebut akan memudahkan manusia dalam mengerjakan pekerjaan dan tugas yang harus dikerjakan. Namun tidak semua kemajuan yang telah dicapai tersebut berdampak positif.
Diantara kemajuan tersebut yang telah dicapai tersebut ternyata dapat membawa dampak negative bagi manusia. Dalam bidang pendidikan, secara umum keuntungan dan kerugian pemanfaatan TIK dalam bidang pendidikan adalah sebgai berikut :
Keuntungan Informasi yang dibutuhkan akan makin cepat dan mudah diakses untuk kepentingan pendidikan Inovasi dalam pembelajaran makin berkembang dengan adanya inovasi e-learning yang makin memudahkan proses pendidikan Kemajuan TIK juga akan memungkinkan berkembangnya kelas virtual atau kelas yang berbasis teleconference yang tidak mengharuskan sang pendidik dan peserta didik berada dalam satu ruangan Sistem administrasi pada sebuah lembaga pendidikan akan makin mudah dan lancer karena penerapan sistem TIK.
Kerugian Kemajuan TIK juga akan makin mempermudah terjadinya pelanggaran terhadap Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI), karena makin mudahnya mengakses data menyebabkan orang yang bersifat plagiatis akan melakukan kecurangan. Walaupun sistem administrasi suatu lembaga pendidikan, bagaikan sebuah sistem tanpa celah, tetapi jika terjadi suatu kecerobohan dalam menjelankannya akan berakibat fatal.
Dampak negative dari penggunaan teknologi informasi dan komunikasi Selain membawa manfaat yang besar, teknologi informasi dan komunikasi (TIK) juga mempunyai pengaruh buruk yang besar pula pada perkembangan generasi anak bangsa. Saat ini perangkat yang paling mempengaruhi anak pelajar Indonesia antara lain: Komputer Handphone Mp4 player Game console dan Media tontonan seperti televisi dan film Namun kali ini kita akan bahas salah satu diantaranya yaitu pengaruh buruk teknologi komputer.
Pengaruh positif atau negatif yang bisa muncul dari alat tersebut tentu saja lebih banyak tegantung dari pemanfaatannya. Apalagi generasi anak bangsa dibiarkan menggunakan komputer sembarangan, pengaruhnya bisa menjadi negatif. Sebaliknya computer akan memberikan pengaruh positif apabila digunakan dengan bijaksana yaitu membantu pengembangan intelektual dan motorik anak. Pengaruh buruk dari games computer Salah satu contoh pengaruh buruknya adalah dari kemungkinan anak. Kemungkinan besar tanpa sepengetahuan orang tua, anak mengkonsumsi games yang menonjolkan unsur-unsur seperti kekerasan dan agresivitas.
Banyak pakar mensinyalir bahwa games yang beraroma kekerasan dan agresivitas adalah pemicu munculnya perilaku-perilaku agresif dan sadistis pada diri anak. Pengaruh buruk lewat internet Mampu mengakses internet sesungguhnya merupakan suatu awal yang baik bagi pengembangan wawasan anak. Sayangnya anak juga terancam dengan banyakntya informasi yang buruk yang membanjiri internet.
Melalui internetlah berbagai materi bermuatan seks, kekerasan dan lain-lain dijajakan secara terbuka dan tanpa penghalang Pengaruh buruk terlalu sering bermain komputer Kecanduan bermain komputer ditengarai memicu anak menjadi malas menulis, menggambar, aaupun melakukan aktivitas social. Kecanduan bermain komputer dapat terjadi terutama karena sejak awal orang tua tidak membuat aturan bermain.
Seharusnya orang tua perlu membuat kesepakatan dengan anak soal waktu main komputer. komputer.misalnya anak boleh main komputer setelah pulang sekolah , setelah menyelesaikan pekerjaan rumahnya selama 1 jam. Waktu yang lebih longgar diberikan pada waktu libur.
Pengaturan waktu ini perlu dilakukan agar anak tidak berpikir bahwa bermain komputer adalah satu-satunya kegiatan yang menarik bagi anak. Pengaturan ini perlu diperhatikan secara ketat oleh orang tua, setidaknya sampai anak berusia 12 tahun. Pada usia ang lebih besar, diharapkan anak lebih mampu mengatur waktu dengan baik.
Menimbang untung ruginya mengenalkan komputer pada anak, pada akhirnya sangat tergantung pada kesiapan orang tua dalam mengenalkan dan mengawasi anak saat bermain komputer. Selain itu pihak sekolah juga harus ikut andil dalam memberikan pengarahan terbaik agar para pelajar dapat mempergunakan teknologi informasi dan komunikasi kearah yang positif.
Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk pendidikan dapat dilaksanakan dalam berbagai bentuk susuai dengan fungsinya dalam pendidikan. Fungsi teknologi informasi dan Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk pendidikan sudah menjadi keharusan yang tidak dapat ditunda-tunda lagi.
Berbagai aplikasi teknologi informasi dan komunikasi sudah tersedia dalam masyarakat dan sudah siap menanti untuk dimanfaatkan secara optimal untuk keperluan pendidikan. Pada kondisi riil, teknologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan nantinya berfungsi sebagai gudang ilmu, alat bantu pembelajaran, fasilitas pendidikan, standar kompetensi, penunjang administrasi, alat bantu manajemen sekolah, dan sebagai infrastruktur pendidikan
Manfaat internet bagi bidang pendidikan di Indonesia antara lain akan mendapatkan akses keperpustakaan, direktori sekolah, para pakar dapat melalukan perkuliahan secara online, penyediaan sarana informasi akademik lembaga pendidikan secara online dapat melaksankan kerjasama dengan lembaga lain melalui internet serta melakukan marketing dan promosi hasil karya penelitian secara lebih efisienDisamping itu kita dapat merancang program artificial intelegence untuk membuat sebuah model rencana pengajaran.
Perkembangan TIK di bidang pendidikan memungkinkan adanya sistem belajar jarak jauh dengan menggunakan media internet untuk menghubungan antara mahasiswa dengan dosennya. Melihat nilai mahasiswa secara online, mengecek keuangan, mengecek jadwal kuliah mengirimkan berkas tugas yang diberikan dosen. Sistem pendidikan TIK terbukti telah berhasil menurukan angka putus sekolah dan meningkatkan nilai rata-rata ujian.
BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan.
Teknologi  yang begitu cepat menuntut pengguna teknologi harus mengikuti perkembangan nya agar tidak dikatakan ketinggalan informasi khususnya didunia pendidikan. Sehingga pendidik harus meningkatkan Perkembangan kemampuannya untuk meningkatkan kwalitas sumber daya dalam memahami,  menggunakan dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.
TIK menjadi salah satu media perubahan dalam proses pembelajaran atau pendidikan. Dahulu proses belajar biasanya hanya dilakukan di dalam sebuah ruang kelas dimana terdapat siswa dan guru, tetapi sekarang ruang kelas tidak hanya dibatasi oleh dinding dan papan tulis saja. Kegiatan belajar pun sekarang dapat dilakukan dengan lebih interaktif dan bersifat dua arah. Proses belajar yang cenderung pasif saat ini sudah mulai ditinggalkan oleh para siswa dan guru.
Dengan hadirnya internet para siswa dituntut untuk belajar mandiri dalam penyerapan informasi. Informasi tidak hanya didapat dari pendidik tetapi juga dari media komputer, sehingga dapat mendorong peningkatan efisiensi pengelolaan kegiatan belajar mengajar guna mencapai tujuan pendidikan yang telah dicanangkan sejak awal berdirinya Negara indonesia.
Teknologi telah berkembang sebagai suatu teori dan praktik dimana proses, sumber, dan sistem belajar pada manusia, baik perorangan mapun dalam suatu kelompok dapat dirancang, dikembangkan, dimanfaatkan, dikelola, dan dinilai.

ALTERNATIF PEMANFAATAN PEMBELAJARAN JARAK JAUH (PJJ) UNTUK MENUNJANG DUNIA KERJA

Perkembangan dan perubahan masyarakat Indonesia yang cepat, ditambah lagi dengan pesatnya perubahan global, memunculkan berbagai tantangan ...