Jumat, 11 Oktober 2019

Studi kasus pembelajaran jarak jauh




Persoalan pendidikan bukanlah lagi masalah yang harus diselesaikan oleh satu pihak saja namun harus menjadi pola pikir banyak pihak, tetapi bukan berarti semua pihak juga ikut memutuskan masalah pendidikan ini.Karena jika semua ikut memutuskan maka “centangprenanglah” dunia pendidikan Indonesia. Banyak hal yang harus diselesaikan dalam tubuh pendidikan itu sendiri, terutama tuntutan atas peran strategis pendidikan sebagai suatu pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk mewujudkan pencerdasan kehidupan bangsa, telah mendorong tumbuhnya berbagai inovasi dalam sistem pendidikan.
Usaha pembangunan pendidikan dengan cara-cara yang konvensional seperti membangun gedung-gedung sekolah dan mengangkat guru baru, hal ini tidak lagi dapat dipandang sebagai langkah yang mampu memecahkan masalah pendidikan.Pembaharuan pendidikan tidak mungkin lagi dapat dilakukan dengan cara-cara yang lama dengan menggunakan metode yang lama.
Seiring dengan perkembangan di banyak bidang yang cenderung tidak menentu, tuntutan akan peningkatan kualitas sumber daya manusia semakin muncul kepermukaan. Kedudukan strategis, baik disektor umum maupun swasta, menuntut sumber daya manusia yang memiliki latar belakang pendidikan yang lebih tinggi.Sehingga wajar jika motivasi publik untuk terus menambah pengetahuannya melalui institusi pendidikan tinggi semakin meningkat. Namun karena intensitas pekerjaan semakin bertambah, banyak kelompok masyarakat yang ingin menempuh pendidikan sambil tetap bekerja.
Untuk itu kita harus bisa mengembangkan sistem pendidikan yang lebih terbuka, lebih luwes, dan dapat diakses oleh siapa saja yang memerlukan tanpa memandang usia, jender, lokasi, kondisi sosial ekonomi, maupun pengalaman pendidikan sebelumnya. sistem tersebut juga mampu meningkatkan mutu pendidikan secara merata. Sistem pendidikan tersebut adalah sistem pendidikan terbuka atau sistem belajar jarak jauh, yang merupakan bagian dari sistem pendidikan nasional.Sistem belajar jarak jauh adalah suatu model pembelajaran yang tidak terikat oleh segala peraturan yang mengikat seperti pada pendidikan konvensional.
Pembelajaran kontekstual adalah terjemahan dari istilah Contextual Teaching Learning (CTL).Kata contextual berasal dari kata contex yang berarti “hubungan, konteks, suasana, atau keadaan”. Dengan demikian contextualdiartikan ”yang berhubungan dengan suasana (konteks). Sehingga Contextual Teaching Learning (CTL) dapat diartikan sebagi suatu pembelajaran yang berhubungan dengan suasana tertentu. Pembelajaran kontekstual didasarkan pada hasil penelitian John Dewey (1916) yang menyimpulkan bahwa siswa akan belajar dengan baik jika apa yang dipelajari terkait dengan apa yang telah diketahui dan dengan kegiatan atau peristiwa yang terjadi disekelilingnya.
Pengajaran kontekstual sendiri pertama kali dikembangkan di Amerika Serikat yang diawali dengan dibentuknya Washington State Consortum for Contextual oleh Departemen Pendidikan Amerika Serikat. Antara tahun 1997 sampai tahun 2001 sudah diselenggarakan tujuh proyek besar yang bertujuan untuk mengembangkan, menguji, serta melihat efektifitas penyelenggaraan pengajaran matematika secara kontekstual. Proyek tersebut melibatkan 11 perguruan tinggi, dan 18 sekolah dengan mengikutsertakan 85 orang guru dan profesor serta 75 orang guru yang sudah diberikan pembekalan sebelumnya. Penyelenggaraan program ini berhasil dengan sangat baik untuk level perguruan tinggi sehingga hasilnya direkomendasikan untuk segera disebarluaskan pelaksanaannya. Untuk tingkat sekolah, pelaksanaan dari program ini memperlihatkan suatu hasil yang signifikan, yakni meningkatkan ketertarikan siswa untuk belajar, dan meningkatkan partisipasi aktif siswa secara keseluruhan.

4 Manfaat yang Didapatkan dari Pembelajaran E-learning
Di era digital ini, pembelajaran online atau e-learning sudah bukan menjadi hal yang asing lagi bagi dunia pendidikan Indonesia. E-learning merupakan sebuah inovasi pembelajaran jarak jauh yang memanfaatkan kemajuan teknologi.
Munculnya e-learning di Indonesia disebabkan karena adanya kesenjangan antara kebutuhan belajar yang meningkat setiap tahunnya, dengan jumlah tenaga pendidik Indonesia yang kurang memadai. Dengan melihat kesenjangan tersebut, banyak perusahaan start-up Indonesia yang hadir dengan membawa angin segar untuk menawarkan kemudahan belajar serta memperoleh pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Data menunjukkan bahwa terdapat 34 juta lulusan SMA/SMK yang sudah bekerja dan tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Dari data itu, sebagian besar alasan mereka adalah tidak memiliki waktu untuk kuliah karena kesibukan pekerjaan yang sangat padat.
Hal ini merupakan sebuah peluang emas bagi perintis untuk mengembangkan program kuliah online (e-learning) tingkat perguruan tinggi. Dengan peluang tersebut, hal ini menjadi kesempatan juga bagi orang-orang lulusan SMA/SMK yang sudah bekerja untuk tetap bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
E-learning menjadi solusi yang tepat bagi masalah pendidikan di Indonesia dalam pemerataan kesempatan belajar dan peningkatan mutu. Namun, pada kondisi saat ini, e-learning masih menjadi sesuatu yang “mahal” dalam dunia pendidikan di Indonesia, sehingga permasalahan pemerataan kesempatan belajar belum terselesaikan dengan baik. Oleh karena itu, perlu adanya difusi pemanfaatan e-learning di kalangan masyarakat secara luas.
Sebelum melakukan difusi e-learning kepada masyarakat secara luas, apakah kamu tahu manfaat dari e-learning? Jika belum, yuk kita cari tahu dari informasi ini!
E-learning dapat mengakomodasi kebutuhan belajar si pemelajar
Kebanyakan orang yang memilih untuk kuliah online adalah orang-orang yang sudah bekerja, namun mempunyai semangat yang tinggi untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Orang-orang tersebut tidak memiliki waktu untuk kuliah, karena kesibukan utamanya adalah bekerja. Oleh karena itu, e-learning menjadi sebuah solusi yang tepat bagi orang-orang yang ingin kuliah tanpa harus meninggalkan pekerjaan mereka. Dengan demikian, tantangan yang harus dihadapi oleh orang-orang tersebut adalah, mereka harus membagi waktu dan menyeimbangkan fokus antara pekerjaan dan pendidikan.
Efisiensi waktu dan biaya
Kenapa e-learning mempunyai manfaat dalam efisiensi waktu dan biaya? Jawabannya sederhana, pembelajaran online atau e-learning dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. Kamu tidak perlu menghabiskan waktu berjam-jam untuk belajar di kelas. Selain itu, kamu juga tidak perlu mengeluarkan biaya transportasi untuk pergi ke tempat dimana kamu akan melakukan kegiatan belajar. Dalam e-learning, modal yang harus kamu miliki adalah smartphone/laptop dan biaya kuota internet.
Bahan belajar dapat diakses kapan saja
Salah satu kunci utama dalam e-learning adalah bahan belajar yang kamu dapatkan. Sama halnya dengan pembelajaran konvensional, pembelajaran online atau e-learning juga memiliki kurikulum. Isi kurikulum tersebut berisi sejumlah materi-materi pelajaran yang harus kamu pahami dan kuasai dengan baik tanpa adanya bantuan dari seorang guru. Dengan kecanggihan teknologi, materi-materi pelajaran tersebut dapat kamu unduh kapan saja tanpa dibatasi oleh waktu. Walaupun materi pelajaran tersebut dapat diunduh kapan saja, bukan berarti kamu tidak perlu mengunduh dan mempelajari materinya ya!
Dapat menjangkau pembelajar dengan cakupan yang lebih luas
Manfaat e-learning yang terakhir adalah dapat menjangkau pemelajar dengan cakupan yang luas. Berbeda halnya dengan pembelajaran konvensional yang dibatasi oleh ruang dan jumlah murid, pembelajaran online dapat menampung jumlah murid, tanpa mengkhawatirkan keterbatasan ruang dan jumlah tempat duduk di kelas.
Disisi lain, pembelajaran jarak jauh inipun memiliki beberapa kekurangan, antara lain :
1.    Kurangnya interaksi antara pendidik dan peserta didik atau bahkan antarsesama peserta didik itu sendiri. Kurangnya interaksi ini bisa memperlambat terbentuknya values dalam proses pembelajaran. Sehingga membatasi hubungan sosialisasi pada sesame.
2.    Kecenderungan mengabaikan aspek akademik atau aspek sosial dan sebaliknya mendorong tumbuhnya aspek bisnis/komersial.
3.    Proses pembelajarannya cenderung ke arah pelatihan daripada pendidikan.
4.    Peserta didik yang tidak mempunyai motivasi belajar yang tinggi cenderung gagal.
5.    Dukungan administratif untuk proses pembelajaran jarak jauh dibutuhkan untuk melayani jumlah peserta didik yang mungkin sangat banyak.

6 komentar:

  1. Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh...

    Mohon izin menanggapi artikel yang Saudari Jeni tuliskan di atas dengan topik studi kasus pembelajaran jarak jauh yang diantaranya menyebutkan bahwa E-learning merupakan sebuah inovasi pembelajaran jarak jauh yang memanfaatkan kemajuan teknologi.

    Sedikit menambahkan bahwa meskipun teknologi merupakan bagian integral dari pendidikan jarak jauh dalam hal ini e-learning, namun program pembelajaran ini harus difokuskan pada kebutuhan instruksional peserta didik daripada teknologinya itu sendiri. Artinya, aspek-aspek lain dari pembawaan masing-masing peserta didik juga perlu diperhatikan seperti, umur, kultur, latar belakang sosioekonomi, minat, pengalaman, level pendidikan, dan terbiasa atau tidaknya dengan metode pendidikan jarak jauh ini.

    Demikian disampaikan dan terima kasih ya

    BalasHapus
  2. Pembahasannya cukup menarik, saran dari saya sebaiknya ditampilkan sumber bacaan atau daftar pustaka

    BalasHapus
  3. Assalamualaikum,

    Salam TP.

    Berdasarkan pemahaman diatas dari artikel saudari jeni, nampaklah bagi kita bahwa kehadiran internet dalam dimensi pendidikan merupakan suatu hal yang mutlak dan keharusan adanya, dan sudah merupakan kebutuhan. Sebagai suatu kebutuhan, maka kehadiran internet pada dasarnya sangat membantu dunia pendidikan untuk mengembangkan situasi belajar mengajar yang lebih kondusif dan interaktif. Dimana para peserta didik tidak lagi diperhadapkan dengan situasi yang lebih konvensional, namun mereka akan sangat terbantu dengan adanya metode pembelajaran yang lebih menekankan pada aspek pemakaian lingkungan sebagai sarana belajar.

    namun hal terpenting menyiapkan Sumber daya manusia nya terlebih dahulu, sembari menyiapkan teknologi yang akan di gunakan pada sebuah proses pendidikan.

    semoga bermanfaat untuk kita semua,
    salam hangat buat sibungsu,
    semoga tercapai segala cita.
    aamiin

    BalasHapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  5. Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...

    Pembelajaran Jarak jauh telah semakin berkembang seiring dengan perkembangan teknologi digital yang semakin canggih, kalau dulu untuk pelaksanaan jarak jauh hanya menggunakan modul-modul cetak, pada saat ini telah beralih pada pemanfaatan media digital, salah satunya e-learning. Dalam implementasinya tentu saja banyak aspek yang perlu diperhatikan bersama, baik aspek pendukung ataupun aspek yang dapat menghambat dari pencapaian tujuan pembelajaran tersebut, dengan melakukan analisis terhadap kebutuhan dan faktor apa saja yang mungkin jadi penghambat diharapkan E-learning dapat dijadikan solusi ataupun alternatif pmbelajaran pada kondisi- kondisi tertentu.

    Demikian, terima Kasih dan Salam Sukses..

    BalasHapus
  6. Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...
    Dalam implementasi e-learning tentu saja banyak aspek yang perlu diperhatikan bersama, baik aspek pendukung ataupun aspek yang dapat menghambat dari pencapaian tujuan pembelajaran tersebut, dengan melakukan analisis terhadap kebutuhan dan faktor apa saja yang mungkin jadi penghambat diharapkan E-learning dapat dijadikan solusi ataupun alternatif pmbelajaran pada kondisi- kondisi tertentu. Berbagai kondisi yang ada diharapkan bisa menyesuaikan dengan perkembangan zaman untuk menghadapi tantangan era industri 4.0

    BalasHapus

ALTERNATIF PEMANFAATAN PEMBELAJARAN JARAK JAUH (PJJ) UNTUK MENUNJANG DUNIA KERJA

Perkembangan dan perubahan masyarakat Indonesia yang cepat, ditambah lagi dengan pesatnya perubahan global, memunculkan berbagai tantangan ...